venue · Pre Wedding · Bridal · wedding car · wedding shoes · holy matrimony · Decoration · entertainment · wedding review · wedding report · Wedding photos

The Wedding Vendor Review (Finally!)

Engga, kalian ga salah baca kok. Ini emang wedding vendor review yang saya janjiin setahun yang lalu setelah selesai The Wedding Report , yang karena terlalu perfeksionis alhasil akhirnya ga kelar-kelar. *tertundukmalu.

Berhubung kalo saya perhatiin ‘Most viewed journey’ alias postingan yang paling sering dibaca adalah postingan tentang wedding (itu loh yang ada di sisi kanan tampilan halaman utama blog saya), dan top search yang nge-link ke blog saya juga adalah yang keyword nya berhubungan dengan wedding, jadi saya mutusin buat posting disini aja review saya, yang walopun belom bener-bener kelar tapi paling ga udah cukup banyak review nya, siapa tau aja bisa berguna buat orang-orang yang lagi persiapan wedding🙂

Sebelomnya ‘warning’ dulu ya, this is gonna be a very long post (and it even hasnt finished yet LOL). Semua yang saya tulis di bawah ini adalah berdasarkan wedding day saya bulan Januari 2012, so it may not applicable for current condition. Terus, karena tulisan ini panjang banget, saya terlalu malas untuk baca ulang dan ngedit kata-katanya, so i’ll leave at it is – so pardon me for any typo🙂 Dan maaf beribu maaf juga kalau saya terlalu malas buat masukin foto yang berkaitaan dengan vendor-vendor tersebut. Untuk foto-foto hari H saya bisa diliat di sini ya. 

Semoga (sebagian) review saya ini bisa berguna buat para calon-calon penganten yang lagi pusing persiapan dan milih-milih vendor. Happy hunting!😀

semua yang ditulis dalam warna biru adalah tulisan saya sekarang, yang warna hitam adalah review yang saya tulis tahun 2012. 

—-

We wanna say special thanks to…

Our beloved Father in heaven, Jesus Christ.

I was and still am in awe of what You did for us, especially in our wedding day. Couldnt say thank you enough. It was truly a blessed wedding day. It’s way much better than we expected, and we couldnt ask for more. Thank you for all Your love and blessings.

Ayah mamah, papa mama, koko, cici, ade.

You are all the best family we could’ve ask for. Thank you for all your love, pray and support. We love you!

Oma opa, om tante, sepupu-sepupu.

Thank you so much for your care, pray and support. Thank you for your time, thank you for the effort to help our wedding. Especially those who flew from US, Europe, Australia, also for those who came from other cities. Thank you juga PIC – PIC keluarga yang udah banyak bantu kita di hari H, udah repot-repot ngurus ini itu. Thank you so much! We are really blessed to have a great and helpful big family like you all.

bestman and bridesmaid.

Agus dan Dina, you’re the best! Thank you for being more than bestman and bridesmaid. Thank you Agus udah bersedia jadi bestman merangkap fotografer, supir, asisten pribadi, konselor pribadi (buat utin) dan merangkap yang lain-lainnya. Thank you udah bersedia ngikutin koreografinya para balerina dan nari muter-muter. Seperti yang sering kita bilang, elo emang BEST man haha.

Thank you Dina yang udah jadi bridesmaid sekaligus desainer undangan, sekaligus konsultan buat Dea hampir dalam segala sesuatu, sekaligus uda jadi EO ngurusin macem-macem surprise buat Dea, termasuk untuk desain buku yang dikasih nyokap. You are my best bridesmaid, my bestfriend, also my sister. Thank you!

GKI Gunsa.

Namanya juga gereja, ada beberapa hal prosedural yang perlu kita tau (dan bahkan yang ga tertulis), dan enaknya punya WO yang asalnya dari gereja yang sama, kita jadi ga usah ribet ngejelasin apa yang boleh dan ga boleh sama WO, malah mereka yang lebih banyak kasih saran ke kita. Big thanks buat TU, majelis jemaat, security, sampe coaster ( ga tau tulisannya nih, intinya sih orang yang memang tinggal di gereja untuk ngurus gereja gitu) gereja yang berperan paling banyak buat siapin pemberkatan pernikahan ini. Saya gatau sih kalau di gereja lain, tapi kalau di gereja saya, kalo kita udah daftar untuk pemberkatan pernikahan disini, maka otomatis saat  pemberkatan pernikahannya itu bakal disiapin dekor standard include bunga-bunga artifisialnya, beserta tempat angpau, dan tempat untuk cincin (yang dibawa oleh majelis). Seneng banget, karena buat saya sih udah cukup dekor standardnya, udah cukup buat bikin ruang gerejanya tambah cantik. Jadi kan ga usah nambah-nambah biaya dekor lagi hehe.

(Khusus buat gereja, saya ga tulis plus minus nya ya, gereja ini kan dipilih bukan kaya vendor, tapi emang karena berjemaat disana aja. Jadi terlepas dari segala kekurangannya, kita akan tetap pemberkatan disini. Dan setiap kelebihan di atas emang jadi bonus buat kita aja hehehe)

 

Citywalk Sudirman.

Plus

Love this! Saya dan Utin bener-bener suka sama interior Citywalk ini untuk kelasnya (tempat resepsi gedung, bukan hotel) Citywalk oke banget, walo ga murah tapi masih worth the price🙂 Masih inget cerita saya soal kriteria-kriteria pas mau milih gedung? Citywalk ini bener-bener kaya nemu jodoh , karena masuk ke hampir semua kriteria yang kita bikin : Interior cantik, lokasi strategis, parkir gedung yang luas+indoor, dan akses relatif terjangkau. Jatuh cinta deh.

Di luar service dari pihak gedung (marketing) yang menurut saya so-so, kalo untuk orang lapangan (Pak Mujaini) menurut kita sih oke. Dari awal survey ke Citywalk, kita selalu ketemu si bapak ini. Dia orang yang sangat helpful dan dapat diandalkan. Sampai pada hari H juga dia jadi PIC gedung yang bantu WO dan vendor soal teknis-teknis.

Minus

Terlepas dari poin plus itu, menurut saya service dari manajemen masih perlu ditingkatkan. Ga jelek sih, tapi so – so aja. Marketing nya Citywalk cuma 1, dan menjelang hari H (saya lupa tepatnya kapan, sekitar sebulan atau 2 bulan sebelum kayanya) dia resign. Dan saya baru tau dia resign pas saya telp dia untuk follow up. Kalau marketing resign, harusnya kita sebagai klien dikasih tau ga sih? Soalnya saya ga pernah di info apa-apa, jadi agak heran aja. Overall menurut saya sih mereka kurang inisiatif ya, kurang follow up ke kita, harus kita yang follow up. Mungkin juga karena marketing yang cuma 1 ini, jadi kurang ke handle (ini sih positive thinking aja). Ohya ada kejadian yang cukup bikin saya mengernyitkan dahi. Jadi sekitar sebulan sebelum hari H, marketing nya telpon saya untuk info kalau di hari yang sama dengan resepsi saya akan diadakan seminar siangnya. Hari yang sama loh. Dan seminarnya itu selesainya siang, which mean waktu untuk dekor akan berkurang. Waktu itu saya cuma mastiin sampai kapan seminarnya (katanya jam 1 siang udah clear) dan minta bantuan orang gedung untuk make sure acara seminarnya ontime, supaya dekor saya punya cukup waktu. Well, sebenernya it’s not a big deal, toh orang dekor nya juga udah sering dekor disana. Cuma saya cukup keki aja baru dikasih tau sebulan sebelum (dan untung masih dikasih tau ya), kalo ga, kan bisa riskan banget ya. Tapi (untungnya) pas hari H sih ga ada masalah apa-apa.

Overall

Nice (interior) building at the (relatively) center of the city, with a standard management service.

XP organizer 

XP organizer bantuin kita di hari H, dari mulai persiapan (hotel) sampe resepsi di malam hari. Mereka ini temen-temen gereja saya yang emang bekerja profesional sebagai WO. Kenapa pake WO? Simply karena kita ga mau dipusingin sama apapun pas hari H, mau terima beres. Dan kenapa ga minta tolong keluarga aja? Simply karena kita pengen mereka enjoy wedding kita, tanpa harus repot urus ini itu. Toh pada kenyataannya WO masih tetap butuh contact person dari keluarga, jadi tetep butuh bantuan keluarga pada akhirnya. Tapi paling ga, keluarga ga usah pontang panting urus macem-macem. Plus, WO temen kita ini sudah sangat mengenal seluk beluk gereja, mulai dari birokrasi, sampe orang-orang yang terlibat. Jadi sangat amat membantu kita, yang notabene ga gitu ngerti birokrasi di gereja soal pernikahan (kan baru sekali merit juga hahahaha).

Plus

Asik banget karena kita udah kenal semua personel tim nya (lah kan semuanya temen kita hihihi). Buat saya pribadi jadi lebih nyaman karena udah kenal dan percaya sama mereka. Namanya didampingi kalau udah kenal kan lebih enak ya. Terus semua tim nya sigap kalau ditanya atau dimintain tolong. Ga Cuma pas hari H, tapi pas sebelum hari H juga kalau kita minta suggestion atau minta bantuan, mereka dengan sigap akan bantu sebisa mereka. For me, i like that attitude. Dan ketika berkaitan dengan WO, buat saya ini satu poin plus. Karena ternyata WO selain memanage hari H, tapi juga bantu support secara moral. And they are (especially the leader) giving me that.

Ketika menjelang hari H saya dan Utin ngadepin banyak masalah, tim leadernya bantu support kita juga, bantu semangatin kita. (sayangnya ga bantu finansial juga hahahahha  *kidding).  Just like friends are for. And i am grateful for that.

Minus

Walaupun ini WO temen kita, i have to be fair, right J Personally, menurut saya mereka kurang detail ( baca : ga sedetail Utin dan saya yang rempong nya keterlaluan hahaha), sehingga pas hari H ada beberapa hal yang missed, yang seharusnya ga terjadi kalau persiapan lebih detail dan koordinasi lebih jelas. Saya dan Utin udah kasih masukan ini ke mereka, dan mereka sangat open untuk terima masukan dan memperbaiki diri. And i guess that’s the important point, the willingness to improve yourself. Dan sepertinya untuk wedding-wedding setelahnya mereka udah lebih baik (contohnya pas wedding Dina yang juga pake XP organizer)- dan wedding paling terbaru : wedding nya Seno & Melissa 

Overall

WO yang lagi mengembangkan diri untuk jadi lebih baik dengan tim yang asik dan sigap atas kebutuhan kliennya.

Note : Karena emang tertarik dengan dunia wedding dan per-WO-an, dan karena emang cocok kerja dengan tim nya, sekarang saya dan Utin suka bantu-bantu disini. Jadi kalau ada yang butuh info lebih lanjut soal WO bisa langsung hubungi saya yah😀

I do Bridal

Buat saya, dasar pemilihan bridal (dan rata-rata vendor) itu adalah koneksi dengan owner. Maksudnya, ketika saya punya kenalan dengan owner suatu vendor, atau marketing atau siapaun yang jadi ‘orang dalem’, chance saya untuk dibohongin dan diketok harga sama vendor akan semakin berkurang. Ditambah chance untuk dapat bonus dan diskon pun lebih besar *senyumlebar. Soalnya saya udah cukup males denger cerita dari berbagai forum tentang gimana pait nya kalo dapet vendor rese, dan untuk bridal (IMO) chance nya cukup gede. Apalagi bridal-bridal gede yang udah punya nama. Sering banget denger cerita kalo mereka cuma manis di depan doank, pas udah dijalanin serba dicuekin, apalagi kalo ‘klien minim budget (seperti saya) yang ga banyak upgrade tapi minta banyak bonus hahahaha. Jadi mending saya cari aman aja, nyari bridal yang ga harus terkenal, tapi saya kenal owner atau direkomendasi orang yang saya percaya.

Makanya saya milih I Do Bridal Couture ini. Soalnya ini rekomendasi dari sepupu saya yang emang berkecimpung di dunia wedding, owner nya itu temennya dia. Ditambah lokasi stand mereka sebelahan pas pameran. So, saat itu saya langsung dikenalin dengan owner nya dan langsung dikasih buanyak banget bonus hahahaha. Soal gaun, jujur saya ga gitu peduliin di awal-awal, karena saya berprinsip saya selalu bisa milih dari pilihan yang ada, dan liat sekilas si baik-baik aja. Karena emang harga paket yang ditawarkan paling masuk akal, ditambah saya dikasih banyak bonus, dan karena saya kenal ownernya, jadilah saya mutusin buat pake bridal ini.

Plus

Enaknya bridal lokal plus bridal yang belum terlalu banyak klien, kita bener-bener diperhatiin sebagai klien. Mau pinjem apa-apa gampang, mau janjian gampang, ga ada rese-rese yang gimana-gimana. Terus ga ada jebakan batman yang ujung-ujungnya harus nambah ini itu. Saya seneng sama marketing saya, Mbak Neris, yang orangnya helpful banget. Gaun nya (ternyata) bagus-bagus, dengan paket yang didapet saya ga perlu upgrade juga udah cantik-cantik bajunya, walau tetep susah milih yang paling sreg. Untuk make up hari H, saya sukaaaaa banget. Ini ga pake tes make up loh, makanya awalnya sempet deg-degan juga. Tapi ternyata hasilnya bagusss.. saya suka banget deh make up dan hair do saya. Saya suka hair piece nya juga, walo saya ga pernah liat sebelumnya, tapi ternyata hair piece nya bagus-bagus (pas sama selera saya). Dan saya juga suka hand bouquet nya. Bunganya cantikkk.. Just like i want.

Minus

Service keseluruhan mereka oke, marketing nya oke, orang-orangnya ramah-ramah, tapi sayang banget pas hari H mereka justru kurang oke. Kenapa? Karena gara-gara make up yang lama rundown saya (hampir) berantakan. Padahal dari awal mereka udah bantu saya buat ngatur rundown hari H, termasuk perkiraan waktu make up. Eh tapi malah jadwal mereka sendiri yang meleset. MUA yg make up saya sih oke banget, ga ada masalah, kerjanya cepet dan hasilnya bagus. Tapi yang make up bridesmaid, nyokap-nyokap itu yang (menurut saya) lelet. Waktu dandan pagi, ada kali saya 1 jaman nungguin mama dan bridesmaid saya kelar dandan. Alhasil jadwal saya ke hotel dan gereja jadi mepet-mepet sangat, yang bikin saya hampir ditinggal petugas catatan sipil karena telat dari jadwal. Dan paling parahnya adalah mereka telat dateng untuk retouch di hotel, dengan alesan yang menurut saya cukup aneh. Alesannya, macet. Ternyata macet karena mereka lewat jalan biasa dan bukan lewat tol. Padahal kita udah kasih uang untuk biaya taksi loh, soalnya awalnya mereka bilang mau naik taksi. Eh ternyata akhirnya mereka naik mobil sendiri, lewat jalan biasa karena ga tau kalau lewat tol, dan malah kena macet. Silly, isnt it? Pas retouch, kembali saya musti nunggu yang lain kelar di retouch baru bisa jalan. Dan alhasil kita telat teapai, telat GR, dan ga sempet foto-foto keluarga yang harusnya dilakukan sebelum resepsi. Yang make up bridesmaid dan kedua nyokap ini sih freelance, karena yang harusnya make up baru kena musibah, jadi ga bisa. Jadi ya mungkin emang sial nya saya aja ya pas dapet yang agak lelet. Dan udah gitu, hasil make up nya ga gitu bagus (menurut saya ya), jauh hasilnya kalo dibanding MUA nya penganten. Tapi kalo ini sih mungkin beda selera aja.

Well, anyohow, kita udah komplain dan mereka (marketing saya) juga terbuka dengan segala kritik dan masukan. Lagipula semuanya udah lewat dan in the end semuanya baik-baik aja, dan wedding day saya tetap sangat bermakna walaupun sempet kejar-kejaran waktu. So, pada akhirnya saya tetep puas dengan vendor saya ini, karena tetep lebih banyak sisi positif yang bisa diambil😀

Overall.

Bridal with friendly staffs, good service, beautiful gowns and make up (MUA penganten ya tapinya) plus with reasonable price (ini poin paling penting buat saya hihi). Buat yang nyari bridal lokal boleh dipertimbangkan. Cuma kalo dari pengalaman saya, mungkin harus lebih perhatiin soal timing waktu pas hari H aja, sama jumlah MUA yang bakal make up kedua nyokap dan bridesmaid, supaya waktunya tetep kekejar.

Note : terakhir dapet kabar dari marketing saya, bridal ini sekarang udah beda owner beda manajemen, dan orang-orang lamanya pun pada resign. Jadi sekarang saya udah ga tau lagi gimana.

Chris Iwan catering

Masih inget cerita saya soal awalnya ga suka tapi ujung-ujungnya deal sama Chris Iwan?

Mungkin emang yang namanya jodoh ga kemana haha. Vendor ini dipilih atas keinginan bapak (yang waktu itu masih calon) mertua. Dia cuma sreg sama vendor ini pas lagi test food di pameran. Padahal saya sebenernya ngincer vendor sejenis yang (relatif) lebih murah dan yang lebih penting, lebih bersahabat. Tapi ya akhirnya (walau lumayan kesel), nurut sama keinginan beliau sajah lah, toh dia yang bayar juga, dan toh emang namanya lebih oke hahahaha.

Plus

Keuntungan pake catering yang udah punya nama, (menurut saya) dengan pajang nama aja orang-orang (yang emang tau reputasinya) udah merasa makanannya enak hahaha. Pas hari H sih saya ga tau makanannya gimana, karena saya cuma nyobain dikit kan, dan itupun ga selera. Tapi sejauh yg feedback sih ga ada yang komplen. Yang ada malah bilang empal gentong nya enak banget. Dan memang porsinya buesar, sampe-sampe makanannya sisa banyak banget. Kapten lapangannya juga sangat helpful dan sigap sih. Pas technical meeting juga dia keliatan memang ngerti apa yang harus dilakukan. Untuk service marketing, setelah dijalanin malah oke-oke aja (ga kaya first impression nya). Mungkin ini pengaruh marketing nya juga ya, orangnya maksudnya. Soalnya kan saya ganti marketing dari yang deal awal itu, karena saya ga sreg sama marketing yang itu.  Saya juga ga terlalu perhatiin untuk dekor (bunga) dari catering dan penyusunan makannya, karena terlalu sibuk buru-buru ini itu haha. Tapi sejauh penglihatan sih oke-oke aja ya.

Minus.

Buat saya poin minus nya itu di pemilihan warna kain buat taplak meja dan skirting. Sebagai orang desain, saya cukup rewel soal warna, soalnya saya mau make sure kalo semua warna yang ada itu matching, dari semua vendor. Walo sama-sama coklat, tapi coklat yang satu tentu aja beda dengan yang lain, dan beda warna coklat bisa jadi ga match dengan warna lainnya. Dan saya gak puas dengan pilihan warna untuk taplak nya. Itu memang saya yang pilih, tapi itu saya pilih hanya berdasarkan foto dan deskripsi dari dia. Padahal kita semua tau kalo namanya warna di foto sama aslinya beda. Saya expect mereka akan bawa contoh kainnya, bukan cuma foto, tapi ternyata engga. (Mungkin juga klien yang lain ga pernah ada yang rewel soal sample kain skirting ya hahahaha). Jadi waktu nentuin itu juga saya gambling. Dan ternyata hasilnya ga seperti bayangan saya. Well, karena masih sama-sama coklat (tema besar warna), tentunya masih tetep ‘masuk’ ya warnanya, walo kalo dipilih dengan lebih baik mungkin bisa lebih cantik hehehe *perfeksionis. Tapi ya sudahlah, ini Cuma hal minor yang mungkin tamu kebanyakan juga ga nyadar (kecuali mungkin temen sesama desainer ya hahaha).

Saya juga kurang puas dengan plang jenis makanan. Tau kan, yang biasanya ada di atas pondokan, untuk kasih tau itu jenis makanan apa? Kan saya disuru milih, dan dengan dikasih liat foto. Lagi-lagi apa yang saya liat di foto dan kenyataan beda, jadi ga sesuai ekspektasi. Kalo ga salah saya milih yang ‘hotel style’, jadi di setiap pondokan ada tiang besi ukir dengan namanya digantung disitu. Cantik sih kalo bayangan saya. Tapi pas liat aslinya kok kaya udah usang gitu, jadi malah terkesan ‘cheap’. Kaya ga match dengan interior ruangan yang sudah cantik. Tapi sekali lagi ini poin minor yang mungkin cuma saya aja yang notice haha.

Overall

Quality comes with the price. You get what you’ve paid. Tapi buat saya, ga ada poin lebih secara service yang membuat vendor ini punya nilai lebih dan nilai personal. You got the quality, but you got no extraodinary service. Not bad service, but just standard.

Evlin decor

Ini juga salah satu vendor yang saya pilih berdasarkan rekomendasi dari beberapa orang. Setelah survei singkat ke beberapa vendor yang memang ternyata lebih mahal, akhirnya saya mantap deal disini. Selain karena banyak yang rekomen, dan reviewnya juga bagus, saya sreg dengan ci Evlin nya yang friendly tapi ga janji-janji surga, dan terutama saya suka dengan harganya yang reasonable (price always comes first, huh?).

Plus

Poin plus plus buat saya, ci Evlin orangnya ga perhitungan. Maksudnya, kan ada vendor yang dikit-dikit di charge, kalo ci Evlin ini engga (ya asal ga kelewatan juga mintanya haha). Untuk konsep dekor saya kan awalnya agak unik (baca : risky), karena saya mau memanfaatkan dinding existing interior citywalk sebagai focal point dari pelaminan, di mana belum ada orang yang bikin kaya gitu. Waktu diskusi sama ci Evlin, saya terus terang bilang kalo saya ga yakin itu bisa diterapin secara teknis, makanya minta saran dari dia, dan ini juga semacam challenge buat dia kan. Terus ci Evlin bilang, menurut dia itu konsep bisa oke, dia nyanggupin, dan kalo sampe pas pelaksanaan ga oke dia akan langsung ubah di tempat. That’s the attitude that i like. Dia mau terima challenge, dan willing untuk ubah plan ketika dia liat ga oke, instead of maksa sesuai keinginan klien walo dia tau itu ga oke. Dan akhirnya memang diubah sih pas hari H, berarti ga bisa tuh secara teknis hahahahaha.

Saya suka pemilihan pernak pernik mereka, sweet. Just like my type haha. Dan satu lagi poin plus nya, di tengah-tengah meeting konsep dekor, saya iseng cerita kalo temen saya pake Evlin juga, baru deal sama ci Ida (adenya ci Evlin). Dan guess what, saya tiba-tiba dikasih bonus donk! Gile kurang seneng apa coba saya. Dia tanyanya gini lagi, “Wah makasih ya udah rekomen kita. Ini saya kasih bonus deh. Kamu butuhnya apa?” hahahahahaha. Coba saya bisa bilang butuh duit ya hahahaha. Akhirnya saya minta tambahan hand bouquet buat malem deh beserta corsage nya. Lumayaan banget… Dan bouquet bunga nya bagusss… ada semacam kristal2 nya gitu di tengah-tengah kelopak mawarnya. Cantik nian (walo beratt haha).

Minus

Ehm.. Mungkin minus nya karena Evlin ini banyak banget kliennya, jadi agak susah buat ngejar dia buat meeting. Harus hari biasa, ga bisa weekend. Jadi cukup repot buat saya dan Utin yang sama-sama kerja buat meeting di hari biasa. Tapi asal janjian sih dia mau nungguin. Untung ga perlu sering-sering kesana dan untung kantornya relatif deket sama rumah hehe.

Minus satu lagi, mungkin karena klien nya banyak, properti-properti yang dipake jadi pasaran. Pertambahan klien ga sebanding lurus dengan pertambahan properti, jadi kesannya yang dipake itu-itu aja, padahal sebenernya sih banyak. Saran buat Evlin decor, props nya bisa ditambahin kali ya, jenis-jenisnya gitu, apalagi yang sering dipake orang, jadi ngeliatnya juga ga bosen (apalagi kalo yang sering kondangan).

Overall

Good service with good quality and reasonable price. Recommended! Sedikit tips, kalo emang mau pake Evlin, mending dibook dari jauh-jauh hari, karena klien dia buanyakk. Terakhir dateng pameran saya ketemu 2 teman dari lingkungan berbeda di stand Evlin, saking terkenalnya dia dan banyak yang mau pake hahaha.

Viure photography

Viure ini vendor yang bikin saya jatuh cinta pada pandangan pertama. Dari sekian banyak rekanan gedung, saya paling suka sama Viure, baik dari hasil foto dan hasil ngobrol sama marketing (yang sekaligus juga owner) nya di pameran. Sebelum deal sama Viure untuk foto liputan hari H, kita sempet tarik ulur beberapa kali, 2x ketemu di pameran, dan 1x datengin markasnya langsung (saking niatnya), dan hasilnya pun ga sia-sia karena kita dapet good deal waktu itu.

Plus

Poin plus utama Viure adalah soal service nya. Dalam beberapa kali telpon dan email-emailan, mereka cepet kasih feedback. Pas hari H nya pun crew nya sangat friendly dan helpful. Utin paling muji-muji mereka soal ini, soalnya menurut dia tim Viure (terutama fotografer utamanya, Bradley) sangat ngebantu dalam ngebangkitin mood nya dia,  maklum waktu itu dia lagi ga enak badan, jadi perlu banyak mood booster buat foto-foto hahaha. Tim mereka ini asik-asik banget orangnya, lucu, dan tetep ramah sampe malem,walo mereka udah cape. Soalnya nih, saya pernah nemu fotografer liputan yang jutek pas hari H dan saya sangat ilfil dengan tipe yang kaya gitu, makanya saya seneng banget tim Viure nunjukkin cheerful mood mereka dan sangat kooperatif, yang pada akhirnya ngebantu kita banget buat tetep semangat foto-foto sampe akhir hahaha. (Believe me, foto-foto itu cape loh ternyata).

Poin plus tambahannya, timViure ini ngebantu banget dalam ngarahin gaya dan prosesi. Waktu teapai mereka yang lebih banyak nge lead selama prosesi. Sebagai penganten saya sangat terbantu banget dengan attitude dan general knowledge mereka (baca :soal tata cara wedding pada umumnya).

Untuk hasil album nya, menurut saya dari segi kerapihan cetak sih oke. Albumnya sama seperti sample nya, dan quality nya oke (menurut saya yang orang awam).

Minus

Mungkin ini yang namanya over expectation. Saya emang sangat puas dengan service mereka sebelum dan sepanjang hari H, tapi setelah liat hasil dan follow up mereka setelah hari H, rasanya kok ga seindah sebelumnya hahaha*apasih. Jadi pas saya pertama liat hasil mentah foto dari mereka (btw, mereka juga cepet loh kirim file mentah foto-fotonya, sebelum saya minta itu CD foto-foto uda sampe ke rumah hahha. Another good point for service), saya merasa over expectation, karena saya liat hasilnya kok ‘gini’ aja ya. Ga se’wah’ yang saya liat di facebooknya. Just.. standard. Tadinya saya pikir karena belom diedit, tapi setau saya sih ya, kalo fotonya emang bagus ya tanpa edit juga udah keren (angle, lighting ruangan, momen, dkk), tapi setelah saya liat hasil after editing mereka, saya masih berasa.. plain aja gitu. Nothing so special. Ga ada tuh foto yang bikin saya bilang ‘wahh fotonya bagus yaa..’. Just standard.

Overall

For you who want to deal with Viure, they have fast response (in general) and good service. But, please consider again if you want to use them as the day photographer. I think they’ll do better in prewedding photography than in the day photography. Not bad, but just so-so. Dengan range harga segitu mungkin bisa dapet vendor lain dengan quality lebih oke.

Everlasting videography

Ini vendor hasil temuan Utin. Setelah research cukup banyak, kita paling sreg sama vendor ini.

Plus

You got what you’ve paid. Kualitas berbanding lurus dengan harga. Saya suka banget video nya, suka juga kemasan output nya, dan saya suka dengan additional things dari mereka yang bikin saya merasa ‘i get more than i expected’.  Mereka ini juga profesional, salah satu vendor saya yang repot-repot bikin surat kontrak dengan materai. Tapi dengan kontrak ini saya juga lebih tenang, minimal kerja sama nya ada kekuatan hukumnya. Doni, videographer (sekaligus owner(?) )nya, dia ga banyak ngomong pas dealing ato tech meeting, tapi pas hari H ternyata dia asik juga orangnya. Could blend well with others photographers and wo.

Minus

Well, mereka bukan vendor yang jual harga murah, jadi jangan muluk-muluk ngarep diskon. Gatau sih kalo kalian pinter nawar, tapi waktu kemaren itu kita dealing sama Doni, kita ga dikasih diskon atopun bonus sedikit pun loh hahaha. Minus nya lagi paling soal keterlambatan output. Video kita terlambat sekitar 1 bulan dari janji di awal. Tapi saya kira itu masih wajar sih, namanya juga kerja seni ya (mental desainer hihihihi). Tapi poin minus nya lebih kepada mereka ga info kalo mereka telat, sampe kita yang follow up duluan. Ini ga major sih, tapi tetep aja buat saya itu satu poin yang mengurangi nilai keseluruhan mereka.

Overall

Once again, you got what you’ve paid for. Kualitas berbanding lurus dengan harga. Kalo ada budget lebih, boleh lah pertimbangin vendor ini. Karena gimanapun juga kan Cuma video dan foto yang ‘tersisa’ dari wedding day kita itu. Momen itu ga terulang, makanya harus pinter-pinter cari vendor yang bisa nangkep momen dan ngabadiin memori.

The Dayz team

Untuk entertainment + MC juga saya puas pada akhirnya. Memang kita sempet khawatir sama performance mereka, karena kita ga pernah liat performance mereka sebelumnya tapi langsung deal, dan pada awal-awalnya itu jarang komunikasi. But, again, thanks God everything went well.

Plus

Buat saya, poin plus utama dari The Dayz adalah tim entertainment nya. More than i expected. Ato mungkin karena pada awalnya saya ga expect banyak juga sih haha. Buat kita, tim akustik nya keren. Walo ga sempet perhatiin detail setiap lagu yang mereka bawain, tapi secara overall mereka mendukung banget suasana wedding kita yang casual. MC nya, Intan, juga cukup oke. Bisa bawa suasana dan banyak kasih kita masukan pas konsepin entrance kita.

Minus

Masukan buat The Dayz tetep sama, perlu buat lebih inisiatif di awal-awal persiapan, lebihn follow up ke klien. Jadi klien nya bisa punya persiapan yang lebih baik. Karena ternyata memang ngobrol sama MC itu bantu banget buat kita bayangin hari H kita dan susun rundown nya. Emang sih ada WO, tapi front liner nya kan MC, jadi tetep lebih enak kalo ngobrol langsung sama MC soal konsep acaranya dan rundown, karena toh mereka yang akan bawain acaranya kan.

Overall

Overall kita puas sama The Dayz, terutama tim akustiknya. Tapi kalau tanya bagusan mana tim akustik ato tim orkestra mereka (mereka punya 1 tim lagi yg chamber orchestra), saya ga tau, karena saya ga pernah denger performance mereka hahaha.

Portrait photobooth

Kita baru putusin mau pake photobooth kira-kira 1 bulan sebelum hari H hahaha. Tadinya mikir ga perlu lagi pake photobooth, karena toh ruangan kita ga gede-gede banget dan kita udah ada souvenir buat kenang-kenangan. Tapi in the end, saya bersyukur banget karena ternyata keputusan pake photobooth buat wedding itu tepat banget haha

Plus

Fast response, very cooperative. Harganya juga ga semahal vendor-vendor photobooth lain, Good deal deh hehe.

Minus.

Poin terbesar yang saya sangat sesali adalah…. pengantennya malah ga sempet foto di photobooth nya sendiri donkkkk!!!! Huaaaaaa!! Sedih sekaliiii… Ini sebenernya bukan salah vendor photobooth nya sih, karena sebenernya mereka masih standby sampe malem (sampe jam 10an kalo ga salah), tapi ternyata acara foto2 pelaminan kelarnya lebih malem lagi hahaha. Dan sebelom resepsi terlalu buru-buru sampe ga sempet foto-foto dulu di photobooth. Ini sih saya bener-bener nyesel. Kalo bisa mah pengen nge crop foto kita buat ditempel di photobooth hahaha.

Poin minus dari sisi vendor, saya sempet denger komplain dari beberapa teman, kalo antriannya panjang, karena abis foto mereka musti nunggu relatif lama untuk dapet hasil fotonya. Moga-moga sih ke depannya printer nya uda lebih canggih jadi printingnya bisa lebih cepet.

Overall

Ternyata photobooth guna banget loh. Kita jadi punya foto (hampir) semua tamu yang dateng, jadi bisa liat siapa-siapa aja yang dateng. Dan juga bisa jadi ajang reunian keluarga besar ato temen-temen lama. So, i think photobooth is a must for wedding (tentu aja kalo ada budget yaa hehehe). Dan kalo dari sisi tamu, saya sih seneng banget kalo ada photobooth, lumayan bisa narsis-narsisan hihi.

———–

Selain itu saya juga kerjasama dengan vendor-vendor di bawah ini pas wedding day saya. Berikut list nya beserta komen singkat dari saya (maklum ditulisnya setelah ampir 2 tahun kemudian, udah lupa-lupa inget hihihi).

Sweet table & chocolate fountain : Chocolique

I love everything about them. Suka banget perintilan kecil-kecilnya, visually looks great! Berhubung saya ga cobain apa-apa jadi saya ga tau rasanya. Tapi kalo untuk chocolate fountain sih saya pernah nyoba tester di pameran dan waktu wedding orang lain sih saya suka banget. Recommended!

Cookies on souvenir : Mom’s cake

They did the cookie on my souvenir. Jadi souvenir saya itu bentuknya gelas kecil dengan cookies di atasnya. Dan mereka bantu untuk wrapping suvenir nya. I always love their cookies, and their cupcakes are my favorite. Bentuknya lucu-lucu dan rasanya enak banget!

Wedding cake : Eiffel cake

To be honest i was kinda disappointed with this vendor. Wedding cake ga sebagus gambar contohnya, dan ga sesuai request. Kue yang dikasih untuk dibawa pulang saya ga sempet cobain, tapi bentuk packaging nya kurang oke jadinya kue yang dikasih ke saudara ada beberapa kue yang jatoh karena packaging nya lepas, dan akibatnya kue nya mubazir kebuang-buang.

Wedding car : Celinne wedding car

Vendor ini juga saya agak kecewa. Bukan vendor nya sih sebenernya, tapi supirnya aja. Karena dia  ‘itungan’ banget, semua uang parkir langsung suruh kita yang bayar saat itu juga. Bukan masalah duitnya, tapi namanya juga penganten ya, mana kepikir bayar-bayar parkir sih? Masih untung Utin bawa dompet, dan ada si Dina yang bawa uang. Ya kalopun emang mau dibebanin ke penganten dari awal kan bisa donk dibilangin sebelomnya, jadi kita bisa siapin dulu. Nah ini mah ga ada ini itu trus langsung ditodong bayar duit parkir. Kalo dia lebih considerate kan bisa ditalangin dulu baru tagih belakangan ato gimana ya. Trus 1 hal lagi, saya pas-pasan dapet supir dodol tapi sok tau. Dia sepertinya ga survey dulu tempat-tempat tujuan hari itu, dan dia malah tanya jalan ke kita. Ini aja udah minus buat saya. Buat apa dia tanya rute dulu sebelom nya kalo supirnya ended up tanya kita mau kemana dan lewat mana? Dan udah gitu, pas dari hotel mau ke gedung, udah mana telat, dia pake salah jalan. Jadi dia tanya mau lewat mana, Utin uda bilangin, tapi dia ngeyel lewat jalan lain, dan berakhir kita kejebak macet. Dan pas sampe di citywalk pun dia ngeyel masalah pintu masuknya. Ngeselin deh. Vendor ini 1-1 nya yang bikin saya emosi pas wedding day saya (eh si bridal juga sih, gara-gara make up nya lelet dan bikin saya telat ini itu).  Vendornya sih recommended, ga ada masalah pas pemesanan. Fast response juga. Cuma mungkin bisa belajar dari pengalaman saya buat perhatiin hal-hal di atas🙂

Prewedding photo : RAS de portrait

Kayanya kalo ini uda sering saya bahas. Recommended bener deh pokoknya! Bocoran update nih, si Agus sekarang juga kerja di salah satu vendor photography paling top, A*ioo loh! So bisa dipastikan skill dia makin nambah aja en fotonya makin tsakep-tsakep hihi. Jadi buat yang lagi nyari-nyari foto prewed or liputan bisa hubungi mereka langsung yah!

Anca Leksmana videography

Ini juga uda pernah saya bahas di sini.  Emang foto sama video prewed dan wedding day itu harus yang bagus ya, sampe sekarang kalo saya liat foto video itu lagi pasti jadi hepi karena inget memori-memori nya🙂

Grisvian Hewis

Ini vendor untuk jas nya Utin. Udah pernah saya bahas disini. Overall si kita puas sama service dan hasilnya. Stelan jas nya sukses bikin Utin lebih ganteng hihihihi. *gabolehprotes. 

Hotel Borobudur

Ini hotel yang saya pake buat kamar penganten. No complain sih (i think), cuma agak ‘menyesal’ aja milih hotel ini karena unterior nya yang udah agak tua, jadi pas difoto dan video keliatan old school bener haha. Maklum saya anak kota yang suka desain modern hehehe. 

Weddingku

Well, ini website yang ngebantu banget buat dapet review-review vendor. Dan dari website ini juga saya pesen kamar hanimun saya yang di Villa Ziva. Seinget saya sih mereka ini vendor yang cukup oke, saya pernah minta ganti tanggal untuk hanimun dan mereka bisa urus dengan cepat. Buat para capeng, ini nih website wajib nya hehe. 

Wedding shoes for bride : Donamici

Pas hari H sih sepatunya enak banget dipakenya. Pegel si tetep ya, kaki sakit ya wajar, wong berdiri terus-terusan dengan hak tinggi gitu hahaha. Tapi untuk ukuran heels setinggi itu sih sepatu ini comfortable banget. Cuma sayang nya buat saya sepatu ini ga tahan lama. Beberapa bulan setelah wedding day, mutiara2 yang ditempel di sepatu mulai copot dan menghitam, jadinya saya ga bisa pake juga ke acara kawinan, karena uda ga se bling-bling dulu. 

Wedding shoes for groom : Everbest

Utin seneng banget sama Everbest ini. Sepatu ini masih awet dan masih bagus sampe sekarang, dan masih jadi salah satu sepatu favorit Utin🙂

————————————————————–

Fiuhh! Akhirnya utang saya kelar juga. Semoga tulisan panjang lebar ini bisa bener-bener berguna ya! Sekali lagi thank you so much buat semua vendor di atas buat kerjasamanya. Terlepas dari segala kekurangan yang ada, kalian udah bikin wedding day saya berhasil dan sangat memorable. Saya (dan juga mewakili Utin)  minta maaf kalo ada kesalahan-kesalahan ya. Sukses buat semuanya! 

Cheers!

24 thoughts on “The Wedding Vendor Review (Finally!)

  1. Ya ampun Dea…. *bantuin bersihin debu* hehehehee^^. Gpp lah, better late than never!
    Lo milih I do pasti pertimbangan lainnya karena namanya sama kaya blog lo deh, ya kan?

    Gw tetep sangat sangat suka sama foto prewed lo yang lucu sekali itu. Kapan-kapan kalo gw udah punya anak & pas lagi pulang Indo, gw pengen kontek mereka buat bikin foto keluarga sih. Mau ga ya mereka??

    1. eits, yg ada itu bridal nya ikut2 nama blog gw lagii *berasaselebblog hahaha. engga denk, kebetulan aja..

      pasti mau lahh dia.. ntr kalo perlu gw ikut2an ngintilin lo photoshoot biar bisa sekalian ketemu gw.. ato gw juga ikutan jadi model nya? bwhahaha. gw juga mau foto postwed sama dia belom kesampean, belom berhasil bujukin utin soalnya hihihi.

  2. Ya seperti saya ini yang awal mula berkunjung ke blog mu krn mau nyari2 info soal wedding..heheh.. Detail bgt De review nya, pasti berguna buat yg cari info😀

    1. ohya?? hehehe. iya ni kayanya bawaanya gregetan kalo ga detail, tapi efeknya jadi lambreta bener.. moga2 deh beneran bisa guna buat yg membutuhkan (buat lo juga py, kalo nanti uda waktunya persiapan hihihi).

  3. halo dea salam kenal…
    walaupun wedding gw udah lama tp tetep denen baca posting soal persiapan, wedding sama review hehehe dan gw sangat mengerti taplak CI yg loe maksud beserta plang nmanya hahaah

    1. halo salam kenal juga… haha sama donk! gw juga suka baca blog tentang persiapan dan cerita wedding orang2.. menyenangkan ya emang hehe.
      ahhh akhirnyaa ada yang mengertiii… soalnya buat kebanyakan orang kan itu hal ga penting ya, tapi somwhow ‘gatel’ aja liatnya hahahaha.
      thanks for visiting!🙂

  4. sopir gua juga minta duit parkir de, untung sebelumnya uda lu ingetin hehehehe, jadi seno uda siapin duit titip ke leo… tp kalo masalah jalan dia cukup oke sih, soalnya pas jalan ke gedung kan gua tidur tuh, kita ga nunjukkin jalan, tau2 ud sampe aja hahahaha….

  5. Deaa lengkap bangeeeett.. Hahaha aku pun dulu waktu belum punya blog, trus sibuk googling2, nyasar ke blog km loh baca2 ttg review buat vendor. Eh gataunya setelah di wordpress masih bisa ketemuu🙂
    Pengen bkin review kayak gini karna kan ngebantu bgt ya buat yang lagi nyari2. tapi kok males ya…. hahahhaa *lempar bata*

      1. iyaa bener, better than never lah. lagian pasti masih berguna buat yg lg nyari2 info. iya nihh nnti cb aku tulis deh dikit2. ngumpulin moodnya itu loh.. soalnya kan banyak bgt kan ya yg mau ditulis. hahahaha sampe bingung mulai drmana

  6. Salam kenal ya sis…kalo bole apakah bisa dishare PL evelyn decor? Kalo liad review anak2 pada blg harganya reasonable & ga pelit bonus..pgalaman sama beberapa vendor decor kasi starting pricenya mencekik leher *uppps..
    Kalo bole tlg dishare ke cherrycele86@gmail.com ya..
    Thank you very very mucho

    1. Hai Cherry,salam kenal juga ya.
      Sori ya, bukannya ga mau kasih, tapi aku juga uda ga ada PL nya Evlin decor. Lagipula itu aku merit thn 2012, pasti uda beda banget sama harganya yang sekarang, dan juga beda gedung pasti akan beda harganya..
      Saran aku sih coba aja kamu ngobrol langsung sama Evlin Decor nya, minta dijelasin PL sama kira-kira dapetnya apa aja. So far yang aku tau sih mereka welcome kok, walaupun kita cuma tanya-tanya doank.
      Good luck yah🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s