life

Balada Pandemi Tak Kunjung Berakhir

Halo semua, apa kabarnya? Kalau liat IG belakangan banyak yang positif, lagi isoman, atau keluarga deketnya yang lagi isoman. Lelah ya, dari tahun 2020 sampe sekarang belum abis-abis.

Sebelum ada Omicron sempat berasa ada titik terang, dengan adanya vaskin dan booster. Apalagi sejak diberlakukan PTM di sekolah, seakan-akan dari pemerintah juga uda mau move on dan benar-benar memasuki new normal. Walau saya ga setuju anak TK disuru PTM 100%, tapi paling ga saya melihat ada titik terang akhir dari pandemi ini. Eh, ga lama kasus positif naik lagi, full online school lagi. Dan ga lama mulai banyak berita yang positif dan isoman. Sungguh ini bikin semangat turun lagi.

Tapi puji syukur sama Tuhan, sebelum kasus positif tinggi-tingginya, saya dan utin sempat ikut Marriage Enrichment yang diselenggarakan sama Yayasan Eunike / Sahabat Kristus pada tanggal 22-23 Januari kemarin. Bener-bener kado anniversary ke 10 dari Tuhan. Saya ga bisa cerita detail, tapi saya bener-bener rekomen buat pasangan yang sudah menikah 5 tahun ke atas untuk ikut acara ini. Acara ini tuh kaya booster pernikahan. Pulang ME berasa kaya newly wed lagi hehehe.

Kalau ada yang tertarik soal ME ini boleh DM saya ya. Again, saya ga bisa cerita detail, tapi kalau ada yang berminat, next time ada acara ME lagi nanti saya info.

Balik ke soal pandemi, akhir januari kemarin Utin sempat karantina / isoman, karena close contact dengan teman kantornya yang ternyata positif. Jadi, mereka ada perjalanan dinas ke luar kota. Sebelum flight semua sudah PCR (bukan cuma antigen ya, tapi PCR), dan tentu saja semua negatif. Malamnya, mereka PCR lagi untuk flight besoknya (jadi dinasnya cuma 2 hari 1 malam), dan ternyata ada 1 dari tim yang positif. Padahal tidak ada gejala dan kemaren nya PCR masih negatif. Langung schedule semua dicancel dan mereka pulang lebih cepat (yang positif tinggal, karena ga boleh terbang). Sampai Jakarta semua PCR lagi (bayangin ya, itu PCR 3 hari berturut-turut) dan mereka semua diminta isoman selama 5 hari. Setelah 5 hari PCR negatif baru dinyatakan aman. Puji Tuhan semua hasil tes PCR Utin negatif, dan dia tidak ada gejala. Tapi tetep aja selama isoman kita deg-degan. Karena banyak yang tanpa gejala tapi ternyata positif. Atau tiba-tiba bergejala.

Utin isoman di kamar aja. Jadi dia ga boleh keluar kamar. Bosen banget katanya, padahal Utin tu biasa demen di kamar, dia bisa main / nonton / tidur sepuasanya kan. Tapi ternyata bosan juga. Saya juga berasa kesepian, padahal kan serumah ya haha. Lucu juga kalo diingat-ingat. Moga-moga ga perlu ada isoman-isoman lagi abis ini.

Terakhir ini, papa mama saya positif. Papa memang masih suka kemana-mana, makan di luar, dan ga terlalu ketat prokes. Jadi sebenernya ga terlalu heran kalau dia terpapar. Justru yang kasian mama, karena dia hampir ga pernah kemana-mana kecuali kalo kerumah saya. Tapi ketularan. Papa saya positif duluan, gejalanya linu-linu, badan ga enak, batuk. Antigen mandiri positif. Besoknya hasil PCR juga positif. Awalnya mama PCR nya negatif. Tapi beberapa hari kemudian mulai batuk-batuk dan sakit kepala. PCR lagi dan hasilnya positif. Untungnya mereka gejala ringan sih. Tapi gimana pun saya worry karena mereka sudah berumur dan hanya tinggal berdua serumah. Untungnya adik saya tinggalnya dekat situ, jadi paling ga kalau ada perlu ada yang standby. Berdoa aja semoga semuanya cepat sehat.

Ohya papa mama saya padahal sudah booster, tapi sayangnya, kalau dihitung mundur sepertinya papa terpapar duluan sebelum dapet vaksin booster. Yah tapi namanya virus ya ga ada yang tau. Yang penting berdoa aja semoga proses penyembuhannya cepat.

Kalau saya juga uda booster baru beberapa hari yang lalu. Utin belom, karena belom 6 bulan. Buat temen-temen yang cari booster, selain cek Halodoc bisa juga cek apps MySiloam ya. Kemaren saya daftar lewat mysiloam untuk booster di lippo mall puri. Mungkin sekarang uda ga available sih, tapi bisa dicek berkala karena katanya sih kuota bakal ditambah.

Ohya, sebelum daftar booster, selain cek ada atau ga tiket peduli lindungi, perlu cek juga apa udah 6 bulan dari vaksin kedua. Soalnya, Utin uda keluar tiket vaksin ketiga, tapi dia ga bisa booster karena belum 6 bulan. Salah kita juga sih ga ngecek lagi trakhir vaksin kapan, karena kita pikir kalo uda ada tiket artinya uda bisa booster. Tapi ternyata selain tiket, harus uda 6 bulan juga ya. 6 bulan + 1 hari katanya.

Semoga temen-temen semua sehat-sehat ya. Pejuang negatif atau yang lagi isoman semangat ya. Coba tetep positive thinking dan happy, karena hati yang gembira adalah obat.

Katanya sih Omicron ini bakal jadi wave terakhir, semoga bener ya. Semoga abis ini pandemi bisa berakhir dan kita bisa aktivitas normal lagi.

Stay safe & healthy guys!

4 thoughts on “Balada Pandemi Tak Kunjung Berakhir

  1. Wah ME masih ada yaa, (Walau gak pernah ikut), tapi dulu ngurusin ME 3 tahun berturut2. dan surat-suratnya aja romantis. hehehehe. 🙂

    iya nih. gua juga berharap seiring dengan mild gejala covid bisa bener bener berlalu ya.

  2. Terpapar itu memang chancenya besar sih. Tapi kalau kita sudah vaksin, gejalanya nggak parah. Jadi disyukuri saja karena sudah vaksin. Get well untuk your parents ya De.

  3. Jangan lupakan yang namanya HARAPAN itu tetap ada walau dalam situasi sesulit apapun…sehat terus yah Dea buat Utin, mama, papa dan kalian sekeluarga 🙏🏻

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s