catatan sipil · Check List · holy matrimony

Catatan Sipil – done

… Maksudnya, surat-surat buat catatan sipil hehehe.

Selain pemberkatan dan resepsi di hari H, ada yang perlu disiapin juga, yaitu catatan sipil. Harusnya sih catetan sipil ini diurus setelah nikah resmi secara agama (setelah ada akta pemberkatan agama), tapi kalau di gereja saya, biasanya catatan sipil dulu baru pemberkatan, walau diresmikan secara legalnya tetap setelah akta pemberkatan agamanya keluar.

Kenapa begitu? Soalnya kalau catatan sipilnya setelah pemberkatan, bisa-bisa Jaksa nya kelamaan nunggu sesi foto-foto abis pemberkatan hahaaha. Ini personal opinion aja sih, sebenernya bisa juga ko setelah pemberkatan baru catatan sipil, malah ada yang catatan sipilnya belakangan (bukan di hari yang sama), jadi langsung dateng ke kantor catatan sipilnya (kantor apa yang namanya?), dan bukan panggil Jaksa nya ke tempat pemberkatan seperti yang saya dan teman-teman gereja saya lakukan hehehe.

Kalau udah nikah emang dapet buku ini ya? *beneran ga tau

What to do?

  • Pertama, siapin fotokopi KTP dan fotokopi KK (dan fotokopi akte lahir buat jaga-jaga) untuk dibawa ke RT, bilang mau minta surat pengantar ke kelurahan untuk ngurus surat nikah.
  • Setelah dapet surat pengantar yang dibuat dan di tanda tangan RT, minta tanda tangan RW (atau bisa diwakilkan sama sekretarisnya).
  • Surat keterangan dari RT/RW + fotokopi akta lahir + fotokopi KTP + fotokopi KK + surat keterangan belum menikah yang ditandatangan di atas materai 6000 dibawa ke kelurahan, untuk dibuat surat-surat. (formulir N1, N2, N4 sama surat keterangan gitu). Nah disini biasanya rese nih, biasalah, minta uang ini dan itu. Saya ga tau sih di kelurahan lain gimana, tapi kalau di kelurahan saya dimintain duit, yang mereka bilang “uang amal”. Jumlahnya? Yah tergantung si petugas, dan tergantung nego. Waktu ke kelurahan ini saya minta tolong mama saya yang urusin, jadi saya ga ngalamin langsung. Yah buat kita, walo kesel, yaudalah, daripada dipikirin terus kesel-kesel sendiri. Terima aja kalo itu udah mentalitas bangsa kita. Toh kalo ga penting-penting amat ga perlu berurusan sama mereka.
  • Jangan lupa di kelurahan ini juga minta legalisir KK (kartu keluarga) ya.
  • Surat-surat dari kelurahan + fotokopi KTP + fotokopi KK legalisir + fotokopi akta lahir + foto berdampingan ukuran 4×6 sebanyak 4 lembar (Atau 5 lembar ya?) ini yang nantinya dikasih ke petugas catatan sipil, untuk mereka urus. Jangan lupa sebutin tanggal pernikahan, tempat dan waktu pemberkatannya.

Untuk biaya urus ke catatan sipil ini setau saya variatif, tergantung wilayah, dan tergantung ‘koneksi’. Maksudnya, untuk ngurus catatan sipil ini kan kita minta tolong orang catatan sipilnya, ya balik lagi tergantung mereka mau minta harga berapa. Yang pasti sih ada biaya lebih karena panggil jaksa nya ke tempat pemberkatan. Biasanya sih gereja udah punya ‘orang’ yang biasa ngurus catatan sipil ini. Saya sendiri juga minta tolong sama kenalannya tante saya yang emang orang catatan sipil, dan salah satu jemaat gereja juga.

Yang saya tulis di atas itu untuk pemberkatan agama dan catatan sipil di gereja saya ya, which means secara kristiani. Saya kurang tau sistem pernikahan agama dan catatan sipil untuk agama dan gereja lain gimana. Kemaren ini sempet ngobrol sama salah satu temen yang mau menikah juga tapi beda gereja, dia malah belum ngurusin catatan sipil sama sekali, padahal saya dibilangin untuk masukin surat-surat untuk catatan sipil ini 6 bulan sebelum loh. Lucu ya? Padahal wedding dia itu tinggal 1 atau 2 bulan lagi. Mungkin emang beda-beda ya.

Btw jadi kepikiran, kalau menikah secara agama juga sebenernya sah ko walau tanpa akta nikah, mungkin itu yang disebut kawin sirih yah? hahaha. Makanya ada orang yang emang menikah secara agama aja tanpa ngurus akta nikah di catatan sipil.

Jadi, buat temen-temen yang mau nikah, (dan berencana melegalkan perikahannya secara hukum hehehe), jangan lupa urusin surat-surat untuk catetan sipil ini ya, amannya sih 6 bulan sebelum. Mungkin bisa tanya admin dari gereja / tempat pemberkatan terkait soal ini. Good luck!

Buat info lebih lanjut soal catatan sipil bisa klik disini.

13 thoughts on “Catatan Sipil – done

  1. Kayanya ya… kayanya looooh *ga yakin juga* itu buku nikah cuma buat yang akad nikah gitu deh (muslim). Kalo kita kayanya surat bentuknya. Eh tapi gak tau juga deh, secara belom pernah merid.
    Btw males nih baca posting ini, berasa harus ngurus. Nanti aja eke tanya yey ya kalo udah harus ngurus *pemalas* hahahahahahahah

  2. Buku nikah kaya gitu untuk yang Muslim aja. Kalo non-Muslim nanti dapetnya Akte Perkawinan (kaya Akte Lahir gitu). Nanti kalo ngurus KK baru juga pake Akte Perkawinan ini.

      1. gue juga bingung.. kenapa ga samaan ya? padahal isi bukunya kalo gw bilang bisa di modifikasi sesuai dengan keperluan 5 agama di Indo. negara yg aneh😛

    1. hai salam kenal juga. hahaha sah ga ya? yg pasti sih kalo ga ada catatan sipil belom diakui secara hukum dan pemerintahan, jadi kalo mau ngurus administrasi bla bla bla pasti susah. setau gw sih gitu ya :p

  3. permisi ya,saya mau jawab pertanyaan dari kang abram
    kalau menurut KUHPerdata pasal 80 dan 81 dapat disimpulkan bahwa pernikahan sah apabila dilakukan dihadapan pegawai pencatatan sipil,tapi itu sudah tidak berlaku lagi karena udah ada UU perkawinan no 1 thun 1974 pasal 2 ayat 1 bahwa pernikahan sah apabila dilakukan menurut agamnya masing masing,jadi menurut saya pernikahan secara agama saja sudah syah menurut agama dan hukum,tetapi kalau tidak dicatat di catatan sipil meurut saya negara tidak akan mengakui pernikahan tersebut

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s