others

“Suamiku dan Garlic Press”

Ini postingan dari salah satu penulis/blogger favorit saya, Grace Suryani. Simple yet meaningful. Logical yet romantic. Buat yang nyari bahan bacaan bagus, coba deh baca tulisan-tulisannya. Truly recommended!

Btw, postingan ini diambil dari Facebook Page Grace Suryani / Tuhan Masih Menulis Cerita Cinta

Suamiku dan Garlic Press
by Grace Suryani

Dua hari yang lalu gue pergi ke IKEA dan pulang membawa beberapa benda lucu,salah satunya adalah Garlic Press.

Nah ini benda ajaib yang sangat-sangat memudahkan pekerjaan gue!! Selama ini, gue setiap minggu kudu ngabisin waktu beberapa menit untuk kupasin bawang putih en cincang bawang. Well seperti yang loe org tau, di mana-mana chinese food itu butuh bawang putih! Mau nge-cah kek, bikin mie goreng kek, bikin ayam kek, semuanya pasti pake bawang putih. so itu benda wajib di dapur gue! En krn gue males cincang bawang, akhirnya gue blendeerr. Weeeeerrrrr. Tapi gue tetep mesti ngupasin itu bawang satu-satu. Sampai gue bertemu dengan benda ajaib bernama garlic press ini! Benda ini luar biasa sekaliiii, gue cukup masukkin 1 biji bawang putih (kagak perlu gue kupas), lalu gue teken eeehhhh kulitnya copot sendiri en bawang putih sudah tercincang … oh Haleluya PUJI TUHAN!!!😀

Gue langsung panggil Tepen untuk nunjukkin mainan terbaru gue. Hehehe. Abis Tepen liat komentarnya cuman satu. “Ini pasti cowok yang bikin.”

: O Kenapa suami gue bilang begituuu?! Well, oke guys, coba gue ajak kalian tour singkat ke daerah dapur gue. Di sana ada … mesin cuci, lalu ada blender, kulkas, dan aha my lovely vaccum cleaner. Serius guys, gue ngga bisa hidup tanpa benda-benda itu!!! Tapi pernah kah kalian berpikir, siapa sih yang menciptakan itu semuaa?

Siapa yang menciptakan mesin cuci?

A. Catharine Beecher

B. James King

Jawabannya adalaaaahhh … B!! James King (1797). Catharine Beecher itu wanita yang bilang, laundry “the American housekeeper’s hardest problem” (SETUJU SEKALI BU! :P) Sedangkan yang pertama kali membuat mesin cuci untuk di rumah adalah, William Blackstone of Indiana (1874)

Selanjutnya, gue search and search en menemukan para pencipta dari barang-barang dapur yang selama ini sangat membantu gue!

Pencipta Blender : Stephen Poplawski

Pencipta Kulkas : Carl Von Line

Pencipta Vaccum cleaner : Daniel Hess

Nah nah nah …. sekarang apa persamaan orang-orang itu? James King William Blackstone, Stephen Poplawski, Carl Von Line dan Daniel Hess? : D

Mereka semuaaaaaa … sama-sama … LAKI-LAKI!! : O dan mereka semua sama-sama orang … Barat.

Hal yang hampir serupa yang menjadi pemikiran Dr Vishal Mangalwadi seorang dosen India yang takut akan Tuhan. Di dalam bukunya Kebenaran dan TRansformasi, ia menulis apa yang menjadi keheranannya. Mengapa para wanita di Africa dan di India harus membawa kendi berisi air, kotoran sapi dan batu-batuan di atas kepala mereka sedangkan para wanita Barat tidak? Apakah karena orang Barat lebih pintar? Mengapa bangsa yang mampu membuat Taj Mahal dan Piramida tidak dapat membuat kereta sorong untuk istri mereka? Orang-orang di tepi sungai Nil sudah membangun Piramida ribuan tahun sebelum orang Barat membangun istana. Tapi mengapa para wanita di sana tetap harus menjahit dan mencuci dengan tangan sedangkan rekan-rekan mereka di Barat punya mesin jahit dan mesin cuci?

Vishal menemukan jawabannya pada sistem pernikahan MONOGAMI! dan pada Firman Tuhan yang menyatakan bahwa suami harus mengasihi istri mereka. :O Loh apa hubungannyaaa??

Oke mari kita liat skenario di bawah ini.

Seorang suami yang punya dua istri. Istri pertamanya mengeluh badannya pegal-pegal karena harus mengangkut kendi. Apa yang akan dilakukan sang suami? Dia pusink mendengar istrinya mengeluh lalu dia pergi ke rumah istri kedua yang menyambutnya dengan tangan terbuka.

Sekarang kejadian yang hampir mirip terjadi pada masyarakat yang memegang monogami dan firman Tuhan bahwa laki-laki harus mengasihi istrinya. Istrinya mengeluh pegal-pegal karena mengangkut air, sang suami bangkit lalu berkata, “Kamu istirahat saja sayang. Biar aku yang mengangkut airnya.” Lalu ia pergi keluar dan seperti layaknya suami-suami lain, ia BENCI melakukan pekerjaan rumah tangga, sambil mengangkut air, ia berpikir, “Heemm semestinya ada cara yang lebih bae, lebih cepat dari ini. Hemmm bagaimana kalau besok aku mengali parit dari ujung sana sampe ke halaman rumah?” Lalu ia memanggil teman-temannya, membangun sarana irigasi, dll,

Masak begitu sih Grace?!?! :p Well, itu tidak hanya terjadi di abad kedelapan belas! Sikap suami yang mengasihi istri lalu terdorong untuk berpikir membuat sesuatu untuk membantu istrinya juga dilakukan oleh suami gue tercintaaa. :p Ketika gue ngeluh pusink nyusun menu, Tepen bilang, “Ya udeh nanti aku bikinin program buat ngatur menu.”

“Emank bisa hun?!?! Aku mau tiap hari ganti2, hari ini ayam, besok sapi, besok telor. Bsa emank?”

“Bisa …”

“Seminggu sekali at least ada menu tahu 2 kali … Bisa?”

“Bisa … Nanti aku bikinin ya.”

Atau seperti suami temen gue yang tiap kali cuci piring selalu berkomentar, “Pasti ada cara yang lebih cepet en lebih bersih untuk mencuci piring.”

Ada suatu kerinduan yang Tuhan tanamkan di dalam diri laki-laki. Kerinduan untuk membuat sesuatu menjadi lebih cepat, lebih besar, lebih baik, lebih bersih. Liat aja itu pertandingan F1, tiap tahun itu ratusan teknisi kerja keras bikin mobil yang bisa lebih cepet 1 detik dari tahun kemaren. En ketika kerinduan itu bertemu dengan kasih mereka terhadap istri mereka yang mengalami kesulitan, otak mereka bekerja dan VOILAAA … mereka menemukan alat-alat untuk membantu istri tercinta mereka.

Salah satunya adalah William Blackstone.

In 1874, William Blackstone of Indiana built a birthday present for his wife. It was a machine which removed and washed away dirt from clothes. The first washing machines designed for convenient use in the home. http://inventors.about.com/od/wstartinventions/a/washingmachines.htm

So guys, mesin cuci rumah pertama itu dibuat adalah hadiah ulangtahun dari seorang suami untuk istrinya!!😀 so sweet huhhh :p

Dari apa yang gue temukan di Internet en juga apa yang gue baca di buku Vishal gue menemukan bahwa ternyata ketaatan kepada Firman Tuhan itu menyebabkan KEMAJUAN MASYARAKAT! Kemajuan PERADABAN. Kemajuan UMAT MANUSIA.

Coba bayangkan kalo suami-suami itu semuanya punya istri lebih dari satu ataupun seperti yang ditulis Vishal, “Meskipun budaya saya menerima poligam, dalam prakteknya kebanyakan pria hanya memiliki satu istri. Meskipun demikian, salah satu hasil dari poligami adalah dalam budaya tradisional kami tidak dan tidak dapat mengharuskan suami untuk mengasihi istri mereka.”

Betapa berbedanya dengan yang diperintahkan Alkitab! Hai suami, kasihilah isterimu sebagaimana Kristus telah mengasihi jemaat dan telah menyerahkan diri-Nya baginya Ef 5 : 25.

Guys, jika kita melakukan perintah Tuhan dengan konsisten, perintah Tuhan itu tidak hanya berguna bagi kita yang melakukan, tapi juga berguna bagi orang lain! Perintah-perintah Tuhan bukan hanya sekedar perintah mati yang gitu-gitu aja, tapi itu membawa kepada kemajuan bagi sebuah masyarakat …

8 thoughts on ““Suamiku dan Garlic Press”

  1. baru tau ada alat begitu. soalnya pas dulu ditinggal esther ke SF, gua mau nyincang bawang putih dan gak berhasil. huahaha. wah gua kudu nyari garlic press nih di ikea…😀

  2. Kata orang paling enak bumbu itu ditumbuk karena bumbu beradu dengan batu itu ada kenikmatan tersendiri, tapi untuk cara besar sepertinya perlu juga yak alat begituan😀

    1. iya ya? mungkin kalo ditumbuk kan lebih pake effort, jadinya lebih ‘niat’ masaknya, jadi mngkn hasilnya juga lebih enak..kan yg dibuat dari hati akan sampe ke hati hihihi..

  3. wkwkwkwk…berarti gw udah selangkah lebih ‘males’ dari elu. gue mah langsung beli bawang putih cincang yang udah dikemas ditoples tuh, gyahahahahah. tinggal buka kulkas, bawang putih cincang selalu tersedia😀

    1. Hai hai! Haha iya bener2, gw jadi baru inget ada yg model kaya gt (maklum jrg masak hahahaha). Bener2, lebih enak lg beli yg kaya gitu, hemat wktu ye hehe.

      Eh eh komen yg mana? Komen lo yg masuk cuma yg ini doank sih🙂 anw, thx for visiting

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s