Wedding Plan

Oh no! Wedding over budget

Belakangan ini saya sedang bergumul soal wedding; salah satunya soal budget yang membengkak. Untuk masalah ini, akhirnya terselesaikan dengan menghitung-hitung secara detail kebutuhan wedding dan uang di tabungan, dan akhirnya, thanks God, walo over budget banyak masih bisa kita handle. Sekedar catatan, budget wedding ini bengkak yang pertama karena emang di awal kita ga tau bakal keluar duit untuk apa aja (perintilan-perintilannya), dan setelah diitung-itung baru tau real nya berapa, kedua, ada penambahan jumlah tamu -permintaan orang tua, dan ketiga, pemilihan vendor dari yang middle low jadi middle high.

Kalo untuk masalah pertama dan kedua saya bisa bilang mungkin emang kita yang salah, kurang prepare dan kurang wise dalam itung-itung budget dan undangan, tapi kalo untuk alasan yang terakhir, saya ga bisa komen banyak karena itu masalah selera. Kalo ternyata vendor yang sesuai budget ga ada yang sesuai selera, ya apaboleh buat beralih ke vendor yang lebih mahal. Balik lagi, uang bisa dicari, tapi momen ga bisa terulang. Daripada pihak-pihak yang berkaitan merasa ga puas pada hari H dan malah jadi permasalahan di belakang, ya saya pribadi sih ngikut aja, asal ada budgetnya. Toh saya yang senang juga kalo weddingnya tambah  ok kan🙂

Jadi, berdasarkan pengalaman pribadi, sekedar berbagi tips aja nih supaya ga ngalamin over budget yang parah, walo katanya sih yang namanya wedding plan biasanya over budget hahaha.

TIPS UNTUK MEMINIMALISIR OVER BUDGET

1. Tentukan konsep pernikahan. Konsep disini bukan konsep tema yang berhubungan dengan desain dan warna, tapi konsep disini maksudnya adalah apakah mau wedding yang sederhana, atau besar-besaran. Apakah hanya mau mengundang orang dekat, atau mau mengundang semua kenalan. Apakah mau di catatan sipil saja, atau di gereja saja pemberkatan, atau ada resepsi. Dan apakah mau resepsi keluarga saja atau resepsi untuk semua kenalan. Keluarga yang diundang juga perlu diperjelas, apakah keluarga inti saja atau sampai ke keluarga besar, dan sampai ke sodaranya dari sodara. Konsep ini termasuk juga lokasi; mau di jakarta, di bali, atau di kampung halaman. Dan dari sini bisa perhitungkan jumlah undangan. Hitung kasar aja orang-orang yang mau diundang, dan jangan lupa di spare untuk lebihnya. Usahakan stick dengan angka jumlah undangan yang sudah ditetapkan. Ingat, konsep menentukan jumlah undangan, dan jumlah undangan menentukan banyak hal lainnya; tempat, porsi makanan, kartu undangan, suvenir, dsb, yang pada akhirnya menentukan budget akhir.

Konsep juga berarti mengetahui pandangan pasangan, dan keluarga pasangan mengenai sebuah (Acara) pernikahan. Maksudnya, apakah pasangan dan keluarga merupakan tipe orang yang rela mengeluarkan uang lebih demi acara yang hanya sekali seumur hidup, atau menurut mereka yang penting “sah” aja, jadi ga usah mahal-mahal. Apakah ‘gengsi’ dan omongan orang menjadi hal yang penting bagi mereka atau tidak, apakah mereka tipe yang berselera tinggi dan picky, atau tipe pasrah dengan pilihan yang ada. Orang yang berselera tinggi akan cenderung rela mengeluarkan uang lebih bahkan over budget demi mendapatkan hal yang disukainya, sebaliknya, orang yang bertipe pasrah cenderung lebih cuek dan menyesuaikan antara budget dan pilihan yang ada. Sebaiknya hal-hal seperti ini dibicarakan di awal, supaya nantinya budget bisa di plan dengan lebih presisi.

2. Cari tau dulu detail-detail biaya untuk wedding apa aja, yang disesuaikan dengan konsep no.1. Jangan lupa hitung hal-hal yang berkaitan dengan wedding tapi bukan resepsi, kaya lamaran, seserahan, gereja, honeymoon, ato acara adat lain yang berkaitan dengan wedding. Hitung juga sampai perintilan se perintilan perintilannya, kaya tips untuk vendor, uang angpao untuk sodara, baju prewed, baju penerima angpao, dll. Satu hal lagi, jangan lupa bicarain soal tinggal dimana setelah merit, apakah mau cicil rumah, kontrak, beli apartment, kos, ato tinggal dirumah ortu, pastikan biaya-biaya yang berkaitan udah diperhitungkan; dan jangan lupa itung biaya untuk ngisi rumah dan perintilan perintilannya. Coba cari tau kira-kira biayanya berapa, jadi bisa dibudgetin untuk tau budget total. Perkiraan biaya ini usahakan real, dalam arti cari tau harga yang sekarang dari teman yang baru saja menikah, ato cari di internet, tujuannya, biar budget yg dipersiapkan ga beda jauh dari kenyataan harga sekarang. Dan juga ada baiknya hitung lebihan, supaya bisa tau biaya maksimalnya. 

3. Setelah tau budget total dari poin kedua, sekarang hitung secara detail uang yang ada. Dalam tahap ini berarti juga bertanya apakah orangtua mau ikut berkontribusi, dan seberapa jauh. Perhitungan uang yang ada bukan hanya uang yang ada di tabungan sekarang, tapi hitung juga perhitungan uang yang akan didapat sampai tanggal pernikahan. Pastikanlah pembagian pembayaran, maksudnya, siapa yang membayar resepsi, acara adat, lamaran, dsb. Maksudnya agar lebih detail, berapa uang yang harus dikeluarkan masing-masing pihak. Dan budget yang ada bisa disesuaikan. Jadi jika ternyata uang yang ada kurang dari budget total no.1, ada 2 pilihan, saatnya berhemat mati-matian, ato coret hal-hal yang kurang penting jadi bisa menghemat budget. 

Kenyataannya, walau udah di spare biaya cadangan masih saja bisa tetap over budget. Oleh karena itu poin terakhir, cobalah untuk stick to the plan, stick dengan konsep, jumlah undangan, dan budget awal kalau ga mau over budget. Berdasarkan pengalaman dan cerita-cerita teman, karena ga stick to the plan inilah yang menyebabkan over budget. 

Sekali lagi tips di atas hanya tips amatir yang didasarkan pengalaman pribadi. Hanya sekedar saran, jadi jangan salahkan saya ya kalo kurang detail ato tetep over budget walo setelah dilakukan ke-3 step di atas hehe. Soo.. good luck fellas!

One thought on “Oh no! Wedding over budget

  1. Hi Dea,
    Salam kenal yaah.. Setelah sekian lama jd silent rider, dan sekarang ngerasain hal serupa kayak judul postmu yg di atas jd pengen comment. Rasanya mau nangis garuk-garuk tanah dan guling2an di hutan.
    Ih padahal selama prepare buat wedding ini aku sampe bikin budget list segala loh. Tapi pada kenyataannya, tetep aja loh over budget. Mau nangis rasanya T_T

    Ya emg sih ada beberapa yg jadi salahnya kita juga karna ga bisa nahan godaan. Tapi cami omongannya sama, katanya ya moment ini kan terjadinya cm seumur hidup sekali.. Hehehe rasanya agak telat yah gw br komen skr, secara ini kan udah dirimu lalui 2 tahun yg laluu. Tapi, thanks for the info ya De🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s